10 Kenangan di Piala Dunia 2014
Agen Sbobet - Pesta akbar sepakbola Piala Dunia 2014 yang digelar di Brasil beberapa lalu ternyata masih menyisakan kenangan. Bukan hanya soal kehebatan Jerman yang menasbihkan diri sebagai juara dunia untuk yang keempat kalinya atau soal keberhasilan mereka menaklukkan Benua Amerika saja.
Melainkan ada cerita menarik yang mungkin akan selalu dikenang dalam sejarah panjang sepakbola. Bagaimana perjalanan tim-tim yang tak difavoritkan justru membuat kejutan, para pemain muda yang tampil mengagumkan, atau aksi gigit Luis Suarez yang kian melambungkan namanya sebagai drakula di lapangan sepakbola.
Piala Dunia 2014 tampaknya menjadi satu hal yang luar biasa akhir-akhir ini. Berikut rangkuman lima dari 10 kenangan tak terlupakan di Piala Dunia jilid ke-20, seperti dilansir Emirates 247 Sports, Rabu (16/7/2014).
The ‘Mineirazo’
Piala Dunia 2014 seharusnya menjadi turnamen di mana Brasil dapat membalas luka sejarah tahun 1950 ‘Maracanazo’. Saat itu Brasil yang berlaku sebagai tuan rumah di permalukan Uruguay 1-2, di partai final yang digelar di stadion kebanggaan, Rio de Janerio.
Kini, setelah 64 tahun berlalu, Tim Samba kembali menderita di hadapan puluhan ribu pendukung mereka ketika bersua dengan Jerman. Pasukan Luiz Felipe Scolari itu pun seolah kembali terkena kutukan dan harus takluk dengan skor mencengangkan 1-7 di babak semifinal.
Tragedi ini pun dinamakan Mineirazo dan tampaknya akan menjadi mimpi buruk bagi Brasil yang takkan lekang dimakan arus zaman. Banyak kalangan menyakini bahwa tragedi ‘Mineirazo’ akan terus menghantui Brasil selamanya!
Gigitan sang Drakula
Aksi gigit yang kembali dilancarkan Luis Suarez kepada pemain belakang tampaknya akan selalu dikenang, sampai kapan pun! Karena secara tak langsung tindakan indisipliner bintang Uruguay itu mencoreng helatan akbar Piala Dunia 2014 yang seharusnya menjadi pesta dan persahabatan.
Suarez yang merupakan pahlawan di laga panas kontra Inggris berkat kontribusi dua golnya itu, seketika menjadi sosok misterius di pertandingan berikutnya kontra Italia. Suarez kembali “menancapkan” gigi tajamnya. Dan kali ini Giorgio Chiellini yang menjadi korban “sang drakula”.
Akibat hal ini, Suarez pun dijatuhi sanksi oleh pihak FIFA berupa larangan aktif di dunia sepakbola selama empat bulan, termasuk larangan menyaksikan pertandingan langsung di stadion, plus denda senilai 66 ribu pounds.
Terlepas dari insiden tersebut, Barcelona seolah tak terpengaruh dengan aksi “kambuhan” Suarez. Mantan pemain Ajax Amsterdam dan Liverpool itu kini resmi membela klub asal Katalan usai dipinang dengan mahar senilai 81 juta pounds.
Meski begitu di laga kontra Italia, wasit yang memimpin laga Marco Rodríguez tak memberinya kartu. Uruguay sendiri berhasil meraih hasil sempurna berkat gol tunggal Diego Godín pada menit ke-81, sekaligus memastikan tiket 16 besar.
Unglaublich Deutschland!
Tentu saja tampilnya Jerman sebagai kampiun akan terus dikenang banyak kalangan. Bukan hanya karena penampilan pasukan Joachim Low yang tampil menjanjikan selama gelaran berlangsung, melainkan karena Der Panzer menjadi tim Eropa pertama yang menang di tanah Amerika.
Namun, di laga final kontra Argentina, Jerman tak tampil menjanjikan seperti biasanya. Memainkan formasi andalan 4-2-3-1 dengan menempatkan Miroslav Klose sebagai target man, Jerman seolah kesulitan mendobrak lini pertahanan Tim Tango yang tampil sangat hati-hati.
Kondisi lapangan seketika berubah, ketika sang pelatih memutuskan untuk memasukkan Mario Götze dan menarik sang veteran, Klose pada menit ke-88. Pemain Bayern Munich itu seolah membawa sebuah keajaiban bagi Die Mannschaft.
Götze yang menerima umpan matang André Schürrle berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-113, sekaligus menjadi satu-satunya gol yang tercipta di Estadio Jornalista Mário Filho, Maracanã, Rio de Janeiro. Pemain berusia 24 tahun itu pun memastikan kemenangan bagi Tanah Airnya untuk yang keempat kalinya.
The Foul
Piala Dunia 2014 seketika berakhir bagi kubu tuan rumah, Brasil ketika bek Kolombia, Juan Zuniga melakukan pelanggaran keras terhadap sang megabintang, Neymar da Silva, yang kemudian menyebabkannya mengalami kerusakan vertebrata. Kejadian tersebut terjadi saat perebutan tiket semifinal.
Tentu saja ini menjadi kabar duka plus buruk bagi Tim Samba yang akhirnya memastikan tempat di babak semifinal dan menghadapi tim kuat asal Eropa, Jerman. Mimpi Neymar membawa Brasil mengangkat trofi Piala Dunia pun musnah.
Sang pemain harus absen dan menyaksikan rekan setimnya dipermalukan Der Panzer dengan skor spektakuler 1-7. Publik Brasil pun harus mengalami double duka, karena cederanya bintang Barcelona dan luluh lantaknya Tim Samba.
Rekor sang Veteran
Keputusan Joachim Low yang memasukan nama Miroslav Klose ke dalam skuadnya untuk “pertempuran” di Piala Dunia 2014 ternyata memberi banyak berkah, bukan hanya untuk sang pemain, melainkan juga untuk tim.
Striker veteran tersebut berhasil memecahkan rekor sekaligus mencatat rekor baru, yakni pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia! Gol Klose ke gawang Brasil pada menit ke-23 di babak semifinal mengukuhkan dirinya sebagai topscorer dengan catatan 16 gol. Catatan ini mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang legenda Brasil, Ronaldo Luís Nazário de Lima.
Turnamen Piala Dunia 2014 merupakan Piala Dunia keempat yang diikuti Klose –pemain yang kini berusia 36 tahun. Striker terbaik yang pernah dimiliki Jerman itu total telah mencetak 71 gol dalam 136 pertandingan atau sejak 2001 silam.
Posted by
www.neobola.com